beach

Jumat, 08 Oktober 2010

Penemuan Teknologi Yang Terancam Punah

Banyak hal yang tidak dapat dilupakan dalam dunia digital. Masa kejayaan keyboard, mouse, disket, tv plasma dan lain-lain sepertinya sudah lewat. Berikut ini adalah beberapa penemuan teknologi yang terancam punah.

  1. Adobe Flash
    "Jika flash bekerja pada sebuah perangkat, telur pun bisa matang diatsanya", gurau Phillip Gronvold dari Opera mengenai flash yang boros daya listrik. Tidak heran apabila bos Apple, Steve Jobs, meramalkan keruntuhan Flash di era yang serba mobile.
  2. Game Controller
    Selamat tinggal tombol-tombol Nintendo dan vibration controller pada sony. Saat ini, game controller (seperti wii controller) sudah dikendalikan melalui motion controller. Bahkan Microsoft mengembangkan "Project Natal" untuk Xbox 360 yang memanfaatkan tubuh gamer sebagai input controller dengan bantuan kamera
  3. Keyboard & MouseSetelah penemuan touchscreen dan touchpad, keyboard dan mouse kehilangan masa jayanya. Bila voice recognation sudah lebih baik, nantinya Anda dapat mendikte teks dan tidak perlu mengetik manual
  4. Telepon Satelit
    Kecuali di lautan bebas yang tidak terjangkau oleh jaringan mobile, telepon satelit akan menjadi koleksi museum
  5. TV Plasma
    Walaupun TV Plasma 3D memberikan kualitas yang lebih baik, perangkat tersebut tidak dapat terselamatkan. Menurut sebuah penelitian, dari 75 persen pernagkat LCD yang terjual pada akhir tahun 2009, hanya 7 persen yang termasuk TV Plasma
  6. Penyimpanan MagnetisDi masa depan, kita tidak lagi mendengar bunyi penutup disket. Sony telah mengumumkan bahwa mereka menghentikan produk disket. Nasib media penyimpanan magnet akan menyusul kaset musik dan video
  7. Charger (Ponsel)Listrik dari kabel akan menjadi sejarah. Di masa depan, perangkat yang menggunakan baterai dapat di isi melalui medan induksi. Bahkan, sumber listrik pun berubah. Dengan "Magic Charger", listrik dapat dihasilkan dengan cara memutar-mutar magic cube tersebut.
  8. TV Analog
    Menurut sebuah penelitian pasar di Eropa, 6.8 juta perangkat rumah tangga ini tidak menampilkan gambar pada tanggal 30 April 2012. Pasalnya pemancaran sinyal satelit analog akan dihentikan. TV masa depan sudah digital
  9. Penyimpanan OfflineSeiring dengan waktu, data tidak lagi disimpan pada komputer lokal, melainkan pada cloud. Internet menawarkan ruang penyimpanan yang tidak terbatas
  10. Mesin Faks
    Menurut sebuah statistik, hampir semua perusahaan memiliki mesin faks. Namun dengan munculnya email dan digital signature, tugasnya sudah selesai. Sama seperti pengguna email, sudah lama para pemilik mesin faks berjuang melawan spam
    sumber : http://www.ekurniawan.net/artikel-it/penemuan-teknologi-yang-terancam-punah.html

Teknologi USB 3,0

Apa itu usb 3.0? usb 3.0 adalah pengganti usb 2.0 yang telah lama ditunggu. usb 2.0 sudah sejak lama merupakan interface standar dalam PC dan notebook. Tahun 1966, usb telah dikembangkan sebagai koneksi antar komputer dan dan perangkat periferal yang praktis. Saat itu, koneksi serial dan paralel masih banyak digunakan. Kepopulerannya dimulai sejak hadirnya usb 2.0. Data mengalir dengan kecepatan transfer hingga 480 Mbps (Megabit per second), perangkatnya pun bisa di cabut pasang saat PC dioperasikan.
Selain itu, berkat pasokan listriknya terintegrasi, banyak perangkat seperti usb flash drive atau webcam tidak membutuhkan power supply sendiri. Satu-satunya kelemahan adalah bahwa kecepatan 480 Mbps kini sudah tidak lagi memadai. Oleh karena itu, tahun 2008 Intel merampungkan usb 3.0, dimana data mengalir dengan kecepatan 5Gbps (5 Gigabit per second) atau 10 kali lipat usb 2.0. Seperti halnya usb 2.0, usb 3.0 juga akan menjadi interface standar dalam berbagai perangkat elektronik dipasaran.

Apakah PC saya bisa menggunakan usb 3.0?
Bila kita tidak ingin membeli motherboard baru, tetapi ingin pindah ke usb 3.0, dibutuhkan sebuah controller card PCI-Express 2.0. Apabila PC kita tidak memiliki slot PCIe (Motherboard lama sebelum tahun 2005), sebaiknya lupakan saja beralih ke usb 3.0.

Apa saja perbedaan utama antara usb 2.0 dan usb 3.0?Untuk mencapai tingkat kecepatan lebih tinggi pada usb 3.0 semuanya sedikit ditingkatkan: dalam protokol dicantumkan tingkat kecepatan superspeed dengan transfer data hingga 5 Gbps. Untuk itulah jumlah pin stekernya ditambah. Apabila usb 2.0 memiliki 4 pin, maka usb 3.0 membutuhkan 5 pin tambahan lainnya.

Pengguna yang belum beralih ke usb 3.0 juga bisa merasakan kecepatan transfer lebih tinggi dari usb 2.0. Port SATA eksternal (eSATA) kini semakin banyak digunakan pada PC dan notebook karena menawarkan kecepatan yang setara dengan SATA internal. Namun eSATA tidak lebih baik dibanding usb 3.0. Kabelnya tergolong kaku dan pendek, serta tidak memiliki usb hub untuk mempermudah pemasangan perangkat.

Setiap pengguna PC bisa beralih sekarang. Pengguna periferal lambat pada port usb, seperti scanner, printer, mouse, keyboard atau webcam tidak perlu segera pindah ke usb 3.0. Disini, superspeed tidak menawarkan kelebihan yang sifatnya signifikan. Namun jika kita sering meng-copy data dalam jumlah besar ke harddisk atau usb flash drive, sebaiknya segera pindah. Pada kecepatan data hingga 200 Mb/detik saat ini hanya standar eSATA yang bisa mengimbanginya. Sumber :http://www.ekurniawan.net/artikel-it/teknologi-usb-3.0.html

Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara

Pergeseran lebih besar dibanding perkiraan awal. Meski demikian, itu belum signifikan.
Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.

“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.

Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.

Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini. (teknologi.vivanews.com/ humasristek)

sumber : http://www.ristek.go.id/index.php?module=News%20News&id=6886

Mengenal Pencemaran Laut

Belakangan kita sering membaca kejadian pencemaran laut. Berbagai pihak mengeluhkan salah satu ancaman terhadap lingkungan ini. Beberapa menyalahkan industri besar yang kurang peduli, lainnya menyebutkan hanya kesalahan prosedur, lainnya beranggapan semua punya potensi untuk mencemari laut. Berikut lebih jauh dibahas tentang seluk beluk pencemaran laut.

Pencemaran laut didefinisikan sebagai peristiwa masuknya partikel kimia, limbah industri, pertanian dan perumahan, kebisingan, atau penyebaran organisme invasif (asing) ke dalam laut, yang berpotensi memberi efek berbahaya.

Dalam sebuah kasus pencemaran, banyak bahan kimia yang berbahaya berbentuk partikel kecil yang kemudian diambil oleh plankton dan binatang dasar, yang sebagian besar adalah pengurai ataupun filter feeder(menyaring air). Dengan cara ini, racun yang terkonsentrasi dalam laut masuk ke dalam rantai makanan, semakin panjang rantai yang terkontaminasi, kemungkinan semakin besar pula kadar racun yang tersimpan. Pada banyak kasus lainnya, banyak dari partikel kimiawi ini bereaksi dengan oksigen, menyebabkan perairan menjadi anoxic.

Sebagian besar sumber pencemaran laut berasal dari daratan, baik tertiup angin, terhanyut maupun melalui tumpahan. Berikut beberapa sumber polutan yang masuk ke laut.

Buangan Kapal

Kapal dapat mencemari sungai dan samudera dalam banyak cara. Antara lain melalui tumpahan minyak, air penyaring dan residu bahan bakar. Polusi dari kapal dapat mencemari pelabuhan, sungai dan lautan. Kapal juga membuat polusi suara yang mengganggu kehidupan liar alam, dan air dari balast tank dapat menyebarkan ganggang/alga berbahaya dan spesies asing yang dapat mempengaruhi ekosistem lokal.

Salah satu kasus terburuk dari satu spesies invasif menyebabkan kerugian bagi suatu ekosistem, yang tampaknya tidak berbahaya salah satunya adalah ubur-ubur. Mnemiopsis leidyi, suatu spesies ubur-ubur yang tersebar, sehingga sekarang mendiami muara di banyak bagian dunia.

Pertama kali ditemukan pada tahun 1982, dan diduga telah dibawa ke Laut Hitam dalam air pemberat kapal. Populasi ubur-ubur melonjak secara eksponensial dan pada tahun 1988, hal tersebut mendatangkan malapetaka atas industri perikanan lokal.

Plastik

Plastik telah menjadi masalah global. Sampah plastik yang dibuang, terapung dan terendap di lautan. 80% (Delapan puluh persen) dari sampah di laut adalah plastik, sebuah komponen yang telah dengan cepat terakumulasi sejak akhir Perang Dunia II. Massa plastik di lautan diperkirakan yang menumpuk hingga seratus juta metrik ton.

Plastik dan turunan lain dari limbah plastik yang terdapat di laut berbahaya untuk satwa liar dan perikanan. Organisme perairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan.

Jaring ikan yang terbuat dari bahan plastik, kadang dibiarkan atau hilang di laut. Jaring ini dikenal sebagai hantu jala sangat membahayakan lumba-lumba, penyu, hiu, dugong, burung laut, kepiting, dan makhluk lainnya. Plastik yang membelit membatasi gerakan, menyebabkan luka dan infeksi, dan menghalangi hewan yang perlu untuk kembali ke permukaan untuk bernapas.

Racun

Selain plastik, ada masalah-masalah tertentu dengan racun yang tidak hancur dengan cepat di lingkungan laut. Terbagi dua, pertama kelompok racun yang suafatnya cenderung masuk terus menerus seperti pestisida, furan, dioksin dan fenol. Terdapat pula logam berat, suatu unsur kimia metalik yang memiliki kepadatan yang relatif tinggi dan bersifat racun atau beracun pada konsentrasi rendah. Contoh logam berat yang sering mencemari adalah air raksa, timah, nikel, arsenik dan kadmium.

Ketika pestisida masuk ke dalam ekosistem laut, mereka segera diserap ke dalam jaring makanan di laut. Dalam jaringmakanan, pestisida ini dapat menyebabkan mutasi, serta penyakit, yang dapat berbahaya bagi hewan laut , seluruh penyusun rantai makanan termasuk manusia.

Racun semacam itu dapat terakumulasi dalam jaringan berbagai jenis kehidupan air dalam proses yang disebut bioakumulasi. Racun ini juga diketahui terakumulasi dalam dasar perairan, seperti muara dan teluk berlumpur. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan mutasi keturunan dari organisme yang tercemar serta penyakit dan kematian secara massal seperti yang terjadi pada kasus yang terjadi di Teluk Minamata.

Eutrofikasi

Peristiwa Eutrofikasi adalah kejadian peningkatan/pengkayaan nutrisi, biasanya senyawa yang mengandung nitrogen atau fosfor, dalam ekosistem. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan produktivitas primer (ditandai peningkatan pertumbuhan tanaman yang berlebihan dan cenderung cepat membusuk). Efek lebih lanjut termasuk penurunan kadar oksigen, penurunan kualitas air, serta tentunya menganggu kestabilan populasi organisme lain.

Muara merupakan wilayah yang paling rentan mengalami eutrofikasi karena nutrisi yang diturunkan dari tanah akan terkonsentrasi. Nutrisi ini kemudian dibawa oleh air hujan masuk ke lingkungan laut , dan cendrung menumpuk di muara.

The World Resources Institute telah mengidentifikasi 375 hipoksia (kekurangan oksigen) wilayah pesisir di seluruh dunia. Laporan ini menyebutkan kejadian ini terkonsentrasi di wilayah pesisir di Eropa Barat, Timur dan pantai Selatan Amerika Serikat, dan Asia Timur, terutama di Jepang. Salah satu contohnya adalah meningkatnya alga merah secara signifikan (red tide) yang membunuh ikan dan mamalia laut serta menyebabkan masalah pernapasan pada manusia dan beberapa hewan domestik. Umumnya terjadi saat organisme mendekati ke arah pantai.

Peningkatan keasaman

Lautan biasanya menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Karena kadar karbon dioksida atmosfer meningkat, lautan menjadi lebih asam. Potensi peningkatan keasaman laut dapat mempengaruhi kemampuan karang dan hewan bercangkang lainnya untuk membentuk cangkang atau rangka.

Polusi Kebisingan

Kehidupan laut dapat rentan terhadap pencemaran kebisingan atau suara dari sumber seperti kapal yang lewat, survei seismik eksplorasi minyak, dan frekuensi sonar angkatan laut. Perjalanan suara lebih cepat di laut daripada di udara.

Hewan laut, seperti paus, cenderung memiliki penglihatan lemah, dan hidup di dunia yang sebagian besar ditentukan oleh informasi akustik. Hal ini berlaku juga untuk banyak ikan laut yang hidup lebih dalam di dunia kegelapan. Dilaporkan bahwa antara tahun 1950 dan 1975, ambien kebisingan di laut naik sekitar sepuluh desibel (telah meningkat sepuluh kali lipat).

Jelas sekarang bahwa sumber pencemaran sangat bervariasi. Tidak hanya dari hal-hal yang menurut kita hanya bisa dilakukan oleh industri besar, namun juga bisa disebabkan oleh aktiftas harian kita.

Sumber : http://www.goblue.or.id/